Media informasi dan edukasi asuransi syariah indonesia. Asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, pensiun, dana pendidikan Asuransi syariah terbaik dengan Profesional Services untuk perencanaan keuangan keluarga Anda

#14 of 21 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Dibanding Asuransi, Masyarakat Lebih Suka Merokok

Dibanding Asuransi, Masyarakat Lebih Suka Merokok
Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 23 Oktober 2012 | 08:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia saat ini dinilai lebih gampang mengeluarkan uang untuk beli rokok dibanding berasuransi. Padahal, merokok bisa mengganggu kesehatannya di masa mendatang.

Kabiro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata menjelaskan masyarakat saat ini hanya berpikir jangka pendek, bukan jangka panjang. "Coba saja Anda hitung pengeluaran Anda untuk merokok setiap hari. Kalikan dengan setahun. Maka biayanya akan lebih tinggi dibanding premi asuransi dalam waktu yang sama," kata Isa.

Padahal, kata Isa, bila tidak merokok, maka masyarakat juga bisa menghemat pengeluarannya. Apalagi jika uang yang dialokasikan untuk beli rokok tersebut bisa dialihkan ke produk asuransi. Bukan hanya bermanfaat bagi dirinya, tapi juga akan meringankan beban keluarga di sekelilingnya.

Memang untuk berasuransi ini merupakan pilihan hidup, khususnya pilihan untuk menciptakan masa depannya lebih aman dan tanpa khawatir bila ada risiko yang tidak diinginkan. "Ini adalah unsur pilihan, apakah mau membuang uang hanya untuk kepuasan sementara ataukah kepuasan dan kenyamanan hidup sampai tua. Ini hanya soal pilihan hidup," jelasnya.

Editor :
Erlangga Djumena