Media informasi dan edukasi asuransi syariah indonesia. Asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, pensiun, dana pendidikan Asuransi syariah terbaik dengan Profesional Services untuk perencanaan keuangan keluarga Anda

#9 of 21 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Mengapa Suami Perlu Asuransi Jiwa

mendengar kalimat diatas sepertinya Kisah nyata ini perlu di baca oleh para istri

Sekitar awal tahun 2012 ini, saya menempati rumah baru di sebuah cluster perumahan yang lumayan asri dan nyaman. Nah, pada waktu itu kebetulan tetangga saya ada sepasang suami istri dan 3 buah hatinya juga baru akan menempati rumah barunya, namun beberapa minggu kemudian ternyata rumah baru itu tidak ditinggali melainkan langsung di renovasi oleh suami tercinta, Ketika saya bertemu sang Bapak,  Bapak ini menceritakan bahwa rumah ini dia belikan untuk sang istri yang sangat dicintainya rumah kedua setelah rumah pertama dan semua atas nama Istri katanya makanya dia langsung renovasi besar-besaran sekaligus untuk ditinggali di masa tua mereka.

Si Bapak berusia kira-kira hampir 45 tahun dan si Ibu juga tidak selisih jauh, kira-kira berjalan satu bulan renovasi rumahnya 2 lantai selesai dan saya bertemu Bapak ini kembali sambil ngobrol dan bertanya-tanya habis berapa pak untuk renovasi ini? seratus lima puluh jutaan Dik, jawab si Bapak.

Kemudian setelah ngobrol tentang banyak hal dan termasuk saya tanyakan kepada Bapak ini apakah sudah memiliki polis asuransi jiwa pak ? kalo Bapak belum sebaiknya minimal harus punya pak ,  di akhir pembicaraan bapak ini minta ijin pulang karena mengeluh gusinya sakit bengkak dan agak sedikit membuatnya demam.

Satu minggu kemudian saya mendengar Bapak tetangga saya masuk rumah sakit dan di rawat disana, sampai beberapa bulan dan dipindahkan ke Rumah sakit lain tetapi sakit di leher dan gusi yang bengkak itu tidak kunjung sembuh juga. Sampai akhirnya barulah di ketahui penyakit Bapak ini, ternyata ybs sudah di vonis oleh dokter menderita kanker stadium 4 di bagian lehernya dan akhirnya di putuskan untuk di pindahkan ke RS kanker Dharmais, selang satu minggu berjalan Sang Bapak sudah TIADA di panggil sang KUASA.

Singkat cerita setelah semua pemakaman selesai dilakukan 1 bulan kemudian saya mampir ke tempat si Ibu yang kliatan masih sedih sekali di tinggal suami tercinta yang begitu Tiba-tiba, Ibu ini ber cerita panjang lebar mengenai beban hidupnya sekarang. Selain sedih di tinggal sang Bapak, dia juga mau tidak mau, harus menanggung beban sendiri semua kebutuhan anak-anaknya, yang dia keluhkan lagi dana cash sudah sebagian besar digunakan untuk renovasi rumah, sementara cicilan rumah masih terus berjalan karena rumah ini di bank atas nama si ibu bukan Bapak. Si Ibu ini tampak sekali kebingungan harus berbuat bagaimana, sampai akhir pembicaraan si Ibu minta tolong unuk membantu menjualkan rumah barunya tersebut kalo ada yang tertarik.

Dari kisah ini saya pribadi mengambil hikmah penting, bahwa perencanaan keuangan memang sangat di perlukan untuk menjalani kehidupan ini.  Dan asuransi jiwa adalah juga salah satu alat untuk melindungi asset-asset kita. Kalo kita tarik kembali cerita ini se andainya waktu itu sang Bapak ketika ditawarkan mengambil asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang memadai kira-kira si Ibu Bakal kebingungan seperti sekarang tidak ?

Itulah fungsi dari asuransi jiwa, asuransi seperti tidak berguna ketika tidak terjadi apa-apa tapi seperti Payung Emas bagi si IBU kalo kita simak kejadian di atas.

Selamat memilih asuransi jiwa untuk suami tercinta,  katakan pada suami tercinta ini untuk anak-anak kita kelak suamiku